Nama Padmanaba
Kita tahu kalau SMA N 3 Yogyakarta mempunyai sebutan lain yaitu Padmanaba. Tapi, pernahkah kita berkeinginan untuk mengetahui arti dari nama itu?
Nama ini mulai ada sejak sekitar tahun 1942 dan diciptakan oleh Bp. RJ Katamsi selaku Kepsek sekaligus guru gambar SMA 3. Nama itu bermula ketika beliau menjelaskan tentang sifat-sifat dasar teratai kepada murid-muridnya. Beliau mengatakann bahwa bunga teratai merah atau lotus ynag dikenal dengan nama latin Nelembium speciosum dan dalam Bahasa Sansekerta disebut PADMA, bagi bangsa timur melambangkan sebuah kesakralan dalam berbagai masalah kehidupan. Kuncupnya mengandung arti yaitu kekuatan yang membumbung tinggi ke atas. Bila air pasang,maka teratai ikut naik, bila air surut, maka akan ikut turun. Teratai tumbuh di lingkungan air yang berlumpur, kotor, dengan akar serabut yang saling mengait, namun tetap indah, bersih, dan tidak tercemar sama sekali. Daun pohon teratai pun tumbuh ke arah atas hingga mengambang di atas air dan tidak basah oleh air kotor. Susunan dan kombinasi antara daun dan bunganya pun sangat serasi dengan lingkungan dimana teratai tersebut hidup. Semua itu melambangkan ketidakterikatan kehidupan terhadap keadaan lahiriah atau fisik sekitarnya, dan tersusun atas suatu harmoni kehidupan tanpa tercemar atau terpengaruh oleh alam lingkungannya.
Bunga teratai warna merah melambangkan kesucian yang keindahannya terjangkau oleh siapapun juga mulai dari yang paling rendah atau hina sekalipun, dan sebagai perlambang atas pencapaian tingkat kesadaran tertinggi dalam kehidupan macam apapun.
Dalam agama Budha dilambangkan bahwa sikap duduk Sang Budha Gautama waktu bersemedi seperti posisi bunga teratai sehingga disebut bahwa Sang Budha sedang duduk di atas singgasana PADMASANA (tempat tumbuhnya bunga teratai).
Dalam agama Hindu, teratai tumbuh dari pusar Dewa Wisnu ketika terbangun dari semedinya. Dan dari padma yang melambangkan keberanian, kesucian, dan kemajuan tersebut lahirlah Dewa Brahma. Kuncup Padmanaba melambangkan cita-cita, pertumbuhan manusia yang sudi, beriman, dan bertaqwa.
Lalu, dari tugas menggambar tersebut, salah satu murid Bp. RJ Katamsi yang bernama Suhud memiliki kreativitas terbaik daripada lainnya, sehingga jadilah gambar teratai Suhud dijadikan lambang untuk sekolah. Dengan dibantu oleh temannya yang bernama Soelaiman, Suhud menyempurnakan logo teratai merah itu dengan 2 kelopak bunga dan 8 daun yang tersusun menjadi lapis yang arahnya berlawanan.