Sawo Kecik

Pohon ini berdiri di dekat aula. Berdaun menyirip dan ditumbuhi lumut di sekujur batangnya. Kulitnya yang pecah-pecah dan berkerut usia pohon ini yang sangat tua. Seolah menjadi saksi bisu atas semua kejadian yang terjadi di sana. Diam dan diam, namun berkat keberadaan pohon ini, sekolah menjadi terasa teduh, nyaman, hijau, asri, dan indah dipandang mata.

Nggak cuma sebatas itu aja kagunaan pohon ini.Batangnya yang tua juga merupakan ekosistem bagi tumbuhan lumut. Jadi nggak heran dong kalo kadang-kadang banyak anak-anak yang sering mendekati pohon ini dengan memakai jas praktikum sewaktu biologi. Apalagi sewaktu anak-anak PHC juga ikut menamai pohon ini dengan nama latinnya. Pas itu menamai pohon-pohon yang ada di sekolah menjadi salah satu kegiatan PHC. Dan nama pohon ini adalah Manilkara kauki.

Buah pohon ini cukup unik. Masih sekeluarga dengan sawo, tapi ukurannya sih nggak kayak sawo, buah ini gedenya cuma sebesar ruas ibu jari kalian. Buahnya warnanya ijo waktu masih muda dan belum bisa dimakan, tapi kalo udah tua, warnanya memerah dan udah bisa dimakan..

Klo kalian dateng ke sekolah pagi-pagi, kalian pasti bakalan liat klo pohon ini juga ikut “mengotori” halaman sekolah dengan daun-daun keringnya yang bertebaran kemana-mana. Yah, wajar kan kalo pohon ngrontokin daunnya kalo udah tua. Paling enggak para cleaning service jadi punya “gawean” buat disapu.

Itu salah satu tanaman yang ada di lingkungan SMA 3, masih banyak tanaman lain yang juga ikut meramaikan lapangan tengah yang bikin anak-anak pada betah buat ngabisin waktu disini.

Leave a Reply